Postingan

Menampilkan postingan dengan label Imbuhan

Imbuhan Gabung (Konfiks) ber-kan

Gambar
Imbuhan gabung ber-kan adalah awalan ber- dan akhiran -kan yang digabungkan pada sebuah kata dasar. Pengimbuhannya dilakukan secara bertahap. Mula-mua kata dasar diberi awalan ber- kemudian diberi akhiran -kan. Misalnya pada kata modal, mula-mula diberi awalan ber- sehingga menjadi bermodal kemudian diimbuhkan akhiran -kan sehingga akhirnya menjadi bermodalkan. Fungsi imbuhan gabung ber-kan adalah membentuk kata kerja intransitif yang dilengkapi dengan sebuah pelengkap (komplemen). Contoh: Ia hanya bermodalkan semangat untuk meraih sarjana. Makna imbuhan gabung ber-kan yaitu menyatakan "menyediakan yang disebut pelengkapnya. Contoh: - Buku itu diterbitkan kembali berdasarkan permintaan masyarakat. Berdasarkan artinya menjadikan (permintaan masyarakat) sebagai dasar. - Pengungsi gempa bumi itu tidur dengan beralaskan selembar tikar. Beralaskan artinya menjadikan (selembar tikar) sebagai alas.

Afiks (imbuhan) se- | HARAM HUKUMNYA MENIKAHI TEMAN SEKANTOR

Gambar
Di sebuah musholla perkantoran Ustadz Jamal memberikan tausiah singkat selepas salat Dhuhur berjamaah, tiba-tiba Ustadz Jamal berfatwa: “Jamaah sekalian, haram hukumnya menikahi wanita sekantor.“ Para jamaah pun bingung. Salah satunya Pak Jamil, ia langsung protes, “Ustadz, dari mana dalilnya? Masalahnya, istri saya itu, sekantor dengan saya?!“ “ Gak usah pakai dalil, gak usah mendebat, itu sudah jelas-jelas pasti haramnya!“ tegas Ustadz Jamal. “Wah, gak boleh begitu ustadz, kita ini orang-orang intelek. Tapi okelah ustadz, tolong diberi penjelasannya saja, gimana ?“ rayu Pak Jamil. “Begini Jamaah sekalian, kita ini nikah dengan satu wanita saja sudah capek bin repot apalagi kalau kita nikahin wanita sekantor. Wanita sekantor itu tidak sedikit, tapi buaaaaanyak!“ Hhehe, mau ketawa dulu nih, sebelum meneruskan.......... Begini, dalam B.Indonesia banyak kata yang terbentuk dari imbuhan ( afiks ) tertentu membentuk makna baru secara gramatikal . Salah satunya, imbuhan yang berupa a...

Contoh Awalan (Prefiks), Akhiran (Sufiks), dan Sisipan (Infiks) atau Imbuhan di Tengah Kata

Gambar
Contoh Awalan (Prefiks), Akhiran (Sufiks), dan Sisipan (Infiks) atau Imbuhan di Tengah Kata-- Dalam sebuah teks, kerap terdapat kata berimbuhan, entah awalan, akhiran, gabungan, simulfiks, atau sisipan. Awalan adalah imbuhan yang melekat di awal kata dasar. Contoh awalan adalah: me-, di-, dan lain-lain. Akhiran adalah imbuhan yang melekat di akhir kata dasar. Contoh akhiran adalah: -an-, -kan, -i, dan lain-lain. Sisipan (Infiks) adalah imbuhan yang diletakkan di dalam/ di tengah kata dasar (biasanya di antara huruf pertama dan huruf kedua suatu kata dasar). Sisipan dalam bahasa Indonesia adalah: -el-, -er-, dan -em-. Contoh kata berawalan: - memakai ----> me- + pakai - dipukul ----> di- + pukul Contoh kata berakhiran: - makanan ----> makan + -an - ambilkan ---> ambil + -kan - garami -----> garam + -i Contoh kata bersisipan: - geligi -----> gigi + -el- - gerigi -----> gigi + -er- - kemuning ---> kuning + -em- Dapatkah kamu menemukan contoh kata lain yang mendapa...

Imbuhan Gabung (Konfiks) ber-an

Gambar
Disamping imbuhan gabung ber-kan kita juga mengenal imbuhan gabung ber-an. Fungsi imbuhan ber-an membentuk kata kerja intransitif. Adapun makna imbuhan gabung ber-an antara lain: l) Menyatakan banyak dan tidak teratur. Contoh: - Penduduk berlarian ke luar rumah, ketika terjadi kebakaran. Berlarian artinya banyak yang berlari. - Lalat berterbangan di atas sampah itu. Berterbangan artinya banyak yang terbang. 2) Menyatakan saling atau berbalasan Contoh: - Kedua pemimpin negara itu bersalaman dengan akrabnya. Bersalaman artinya saling memberi salam. - Jalan Dipenogoro dan jalan Kartini berpotongan di daerah Salemba. Berpotongan artinya saling memotong. 3) Menyatakan mempunyai Contoh: - Pemimpin yang berpandangan luas sangat mempengaruhi kinerjanya. Berpandangan artinya mempunyai pandangan. - Ia sangat berpengalaman di bidang telekomunikasi. Berpengalaman artinya mempunyai pengalaman.

Bentuk, Fungsi, dan Arti Imbuhan (Awalan) ber-

Gambar
Kalau kita membahas imbuhan, kita akan selalu bahas berdasarkan bentuk, fungsi, dan arti. a. Bentuk awalan ber- dapat bervariasi menjadi be-, bel, ber- Contoh: - berumah - belajar - berskala b. Fungsi awalan ber- adalah membentuk kata kerja intransitif (kata kerja yang tidak memerlukan objek). Contoh: - Anak itu sudah tidak berayah lagi - Dia bersepatu bagus. c. Makna awalan ber- Awalan ber- mempunyai beberapa makna bergantung kata yang digabunginya (konteksnya) : 1) Mempunyai atau memiliki Contoh: - Pejabat itu berumah tigabuah di.kotaini. - Ia beradik satu orang. 2) Memakai atau mengenakan Contoh: - Orang yang bertopi itu bukan saya. - Mahasiswa yang berkaca mata itu mendapat beasiswa. 3) Mengendarai atau menumpang Contoh: - Anak itu bersepeda ke sekolah setiap hari. - Di desa itu masih banyak orang berkuda ke pasar. 4) Berisi atau mengandung Contoh: - Bahan makanan itu cukup bergizi. - Perigi itu sudah tidak berair lagi. 5) Melakukanataumengusahan Contoh: - Banyak orang bertanam cab...

Konfiks (Imbuhan Gabung) ke-an

Gambar
Konfiks (Imbuhan Gabung) ke-an --- Konfiks ke-an merupakan satu kesatuan unsur awalan dan akhiran yang melebur menyatu dalam bentuk, fungsi, dan makna. Konfiks kean merupakan konfiks yang sangat produktif dalam membentuk kata lain, terutama kata sifat dan kata kerja menjadi kata benda abstrak, misalnya kejelekan, ketakutan, dan kepergian. A. Bentuk Perhatikan contoh berikut! - ke + akrab + an = keakraban - ke + dalam + an = kedalaman Dari contoh (1) dan (2) dapat disimpulkan bahwa konfiks ke-an tidak mengalami perubahan bentuk jika dilekatkan pada kata apapun. B. Fungsi Perhatikan contoh berikut: - ke + raja + an = kerajaan - ke + sakit + an = kesakitan Contoh (1) kata yang dibentuk konfiks ke-an menjadi kata benda. Contoh (2) kata yang dibentuk menjadi kata kerja pasif intransitif. Jadi, fungsi konfiks ke-an ialah membentuk kata benda dan kata sifat yang menyatakan keadaan atau membentuk kata kerja pasif intransitif. Selain dilekatkan pada kata dasar, konfiks ke-an juga dilekatkan pa...

Sufiks (Akhiran) -an

Gambar
Sufiks (Akhiran) -an--- A. Bentuk Perhatikan contoh berikut: - makan + an = makanan - sayur + an = sayuran Sufiks -an tidak mengalami perubahan. B. Fungsi Perhatikan contoh berikut! Contoh 1: - minum + an = minuman - pakai + an = pakaian Contoh 2: - meter + an = meteran - bulan + an = bulanan Pada contoh (1) sufiks -an membentuk kata benda dari kata kerja. Contoh (2) sufiks -an membentuk kata benda dari kata benda. Jadi Fungsi sufiks -an adalah membentuk kata benda, baik kata aslinya kata kerja maupun kata benda. C. Makna 1. Menyatakan alat atau hasil Contoh: timbangan, tulisan 2. Menyatakan sesuatu yang dikenai perbuatan Contoh: makanan, pantangan, pakaian 3. Menyatakan keadaan yang berhubungan dengan bentuk dasarnya Contoh: harian, asinan, manisan, lapangan 4. Menyatakan tempat Contoh: pangkalan, tumpuan, kubangan, pegangan 5. Menyatakan akibat atau hasil perbuatan Contoh: buatan, balasan, hukuman, karangan, tagihan 6. Menyatakan himpunan atau seluruh. Contoh: lautan, daratan, sayur...

Sufiks (Akhiran) -kan

Gambar
Sufiks (Akhiran) -kan--- Sufiks ialah satu bentuk terikat atau satu morfem terikat (akhiran) yang membentuk satu fungsi dan makna. A. Bentuk Perhatikan contoh berikut: - naik + kan = naikkan - letak + kan = letakkan Sufiks -kan tidak mengalami perubahan bentuk. Kata yang berakhir pada konsonan/k/ tetap mempertahankan konsonan tersebut. B. Fungsi Perhatikan contoh berikut: - duduk + kan = dudukkan - kecil + kan = kecilkan - dewa + kan = dewakan Jadi, sufiks -kan berfungsi membentuk kata kerja aktif transitif. C. Makna 1. Menyatakan benefaktif atau melakukan sesuatu untuk orang lain Contoh: membelikan, membuatkan, menuliskan 2. Menyatakan kausatif, yaitu membuat atau menyebabkan sesuatu menjadi Contoh: menerbangkan, melemparkan, meyakinkan 3. Menyatakan sebagai alat atau membuat dengan Contoh: menikamkan, memukulkan, bersenjatakan, berbekalkan Image: jurko.net

Imbuhan memper-kan dan memper-i

Gambar
Imbuhan memper-kan dan memper-i --- Imbuhan memper-kan dan memper-i merupakan dua contoh gabungan afiks. Gabungan afiks adalah penggunaan beberapa imbuhan sekaligus pada kata dasar, dengan tetap mempertahankan indentitasnya masing-masing, baik fungsi maupun maknanya masing-masing. Imbuhan memper-kan Fungsi afiks memper-kan adalah membentuk kata kerja. Fungsi ini didukung oleh tiap unsur pembentuknya. Prefiks meng- menyatakan keaktifan, sedangkan sufiks -kan menyatakan kausatif. Makna imbuhan memper-kan ada tiga, yaitu: 1. Sesuai dengan makna yang didukung oleh per- dan -kan maka makna gabungan afiks itu adalah menyatakan kausatif, yaitu menyebabkan terjadinya proses itu, seperti meninggikan, mempertanyakan, memperbantukan. 2. Makna yang lain adalah menyatakan menjadikan sebagai atau menganggap sebagai, seperti memperhambakan. 3. Menyatakan intensitas, yaitu mengeraskan arti yang disebut dalam kata dasar, dan dapat pula berarti menyuruh, seperti memperdengarkan, memperundingkan, mempert...

Imbuhan meng-kan dan meng-i

Gambar
Imbuhan meng-kan dan meng-i --- Secara morfologis, imbuhan meng- mengalami proses morfofonemik. Imbuhan meng- dapat menjadi me-, men-, mem-, meny, dan menge-, (lihat materi di bab 5), sedangkan akhiran -kan maupun -i sebagai variasi imbuhan tersebut tidak mengalami perubahan bentuk. Imbuhan meng-kan dan meng-i keduanya sama-sama ber fungsi sebagai pembentuk kata kerja transitif. Makna Imbuhan meng-kan Makna Imbuhan meng-kan dibedakan menjadi makna benefaktif dan makna kausatif. a. Benefaktif (melakukan pekerjaan untuk orang lain) Contoh: Rupanya Arief membawakan saya bingkisan khusus. b. Kausatif 1. Menyebabkan seseorang atau sesuatu tindakan seperti yang disebutkan pada kata dasarnya. Contoh: Pemerintahmendatangkan paha ayam dari Amerika. 2. Menyebabkan seseorang atau sesuatu menjadi seperti yang disebutkan pada kata dasarnya. Contoh: Sebaiknya kamu membetulkan konsep ini sebelum kamu ajukan ke gurumu! 3. Menyebabkan jadi atau menganggap sebagai apa yang disebut kata dasarnya. Contoh...

Imbuhan Asing (-man, -wan, -wati, -i, -wi, -iah, -is, -isme, -istis, -isasi) dan Contoh-contohnya

Gambar
Imbuhan Asing (-man, -wan, -wati, -i, -wi, -iah, -is, -isme, -istis, -isasi) dan Contoh-contohnya --- Selain imbuhan yang berasal dari B.Indonesia sendiri (-kan, me-, di-, dan lain-lain), kita juga mengenal imbuhan asing. Imbuhan asing ini sudah diserap dan disesuaikan dengan ejaan yang baku, EYD. Imbuhan yang berasal dari asing itu adalah: a. Berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu: -man, -wan, -wati. b. Berasal dari bahasa Arab, yaitu: -i, -wi, -iah. c. Berasal dari bahasa Inggris, yaitu: -is, -isme, -istis, -isasi. Contoh kata-kata berimbuhan asing tersebut adalah: - seniman (asal kata: seni) Arti: orang yang bergelut di bidang seni - hartawan (asal kata: harta) Arti: orang yang banyak harta - wartawati (asal kata: warta) Arti: orang yang mencari warta (berita) - insani (asal kata: insan) Arti: bersifat insan (secara insan) - duniawi (asal kata: dunia) Arti: bersifat dunia (secara dunia) - lahiriah (asal kata: lahir) Arti: bersifat lahir (secara lahir) - praktis (asal kata: praktik) Ar...

Makna Awalan me- pada Kata Merumput | Cannavaro, Pires, dan Denilson akan "Merumput" di Indonesia

Gambar
Makna Awalan me- pada Kata Merumput | Cannavaro, Pires, dan Denilson akan "Merumput" di Indonesia--- Cannavaro, Pires, dan Denilson akan "merumput" di Indonesia? Ah yang benar? Bukankah mereka masih produktif sebagai pemain sepakbola? Terlebih lagi, mereka adalah pemain bola berlabel level dunia yang bahkan telah merasakan nikmatnya sebagai juara Piala Dunia. Buat apa merumput di Indonesia? Hhaha, mereka bukan mau mencari rumput. Merumput yang dimaksudkan di sini adalah mereka akan merasakan rumput di Indonesia dalam sebuah ajang bertajuk Even Starbol Indonesia 2012 yang dipromotori oleh Morstar Indonesia. Ya mereka akan datang ke Indonesia, bukan merumput dalam arti mencari rumput namun akan berlaga di lapangan hijau Indonesia. Dalam B.Indonesia, kata merumput memang mengandung makna gramatikal mencari rumput. Untuk jelasnya dapat dilihat pada keterangan berikut: Makna mencari, contoh: merumput (mencari rumput) Makna melakukan perbuatan, contoh: memutar (melakukan ...