Postingan

Ketika Hati Berdesir-desir | Kutipan Bab XIII Novel Ayat-ayat Cinta

Gambar
Kembali ke HOME Lanjutan dari Bab XII Tak terasa sudah memasuki pertengahan September. Suhu musim panas mulai turun. Paling tinggi 32 derajat celcius. Bulan Oktober nanti adalah bulan peralihan dari musim panas ke musim dingin. Si Musthafa Fathullah Said, teman Mesir satu kelas di pascasarjana yang juga sedang mengajukan proposal tesis memberitahukan, bahwa dua hari lagi aku harus ke kampus untuk ujian proposal tesis yang kuajukan. Aku terfokus pada ujian yang sangat menentukan itu. Jika proposalku ditolak maka aku harus menunggu setengah tahun lagi untuk mengajukan proposal baru. As you sow, so will you reap! Demikian pepatah Inggris mengatakan. Seperti apa yang anda tanam, sebegitu itulah yang akan anda petik. Rasanya tidak sia-sia apa yang telah kukerjakan selama ini. Membuat jadwal ketat, bolak-balik ke National Library, ke perpustakaan IIIT di Zamalek, dan mengumpulkan bahan. Membaca literatur-literatur klasik berkaitan Ilmu Quran, berdiskusi dengan teman-teman pascasarjana. Kerj...

KISI-KISI SOAL UAS Kelas 7 dan Kelas 8 Sem. Genap 2011/2012

Gambar
Kisi-kisi Soal UAS Kelas 7 dan Kelas 8 Sem. Genap 2011/2012--- KELAS 7: 1. Menyimpulkan pikiran, pendapat, dan gagasan seorang tokoh/ narasumber yang disampaikan dalam wawancara (Contoh Soal) 2. Menentukan hal-hal penting yang dikemukakan narasumber dalam wawancara (Contoh Soal) 3. Menentukan identitas tokoh idola (Contoh Soal) 4. Menentukan keunggulan tokoh (Contoh Soal) 5. Menentukan alasan mengidolakan tokoh (Contoh Soal) 6. Bertelepon dengan kalimat yang efektif dan bahasa yang santun (Contoh Soal) 7. Menentukan hal-hal yang dapat diteladani dari kutipan buku biografi (Contoh Soal) 8. Menemukan gagasan utama dalam teks ( Contoh Soal) 9. Menemukan informasi dalam tabel (Contoh Soal) 10. Menyimpulkan isi tabel (Contoh Soal) 11. Menemukan informasi dalam diagram (Contoh Soal) 12. Menyimpulkan isi diagram (Contoh Soal) 13. Mengubah teks wawancara menjadi narasi (Contoh Soal) 14. Menulis pesan singkat (memo) sesuai dengan isi Contoh Soal) 15. Menulis pesan singkat (memo) dengan menggun...

Contoh Pidato dalam Rangka Hari Sumpah Pemuda

Gambar
Contoh Pidato dalam Rangka Hari Sumpah Pemuda--- Pidato adalah 1) pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak; 2) wacana yang yang disiapkan untuk diucapkan di depan khalayak. (KBBI, 2001) Tiga unsur yang berhubungan erat dalam pidato adalah: 1. pembicara (orator) 2. pendengar (audiens) 3. situasi Berikut contoh pidato: Teman-teman sekalian, selamat pagi! Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat-Nya, kita dapat berkumpul di sini untuk memperingati hari yang bersejarah bagi bangsa kita, yaitu Sumpah Pemuda. Bagi kaum muda Indonesia, hari Sumpah Pemuda merupakan momen yang memiliki arti penting untuk membina semangat kebersamaan sebagai bangsa yang merdeka. Sumpah Pemuda merupakan sejarah yang patut diteladani oleh setiap insan negeri ini. Kita sebagai generasi penerus bangsa sudah seharusnya sadar akan tugas dan tanggung jawab kita. Tidak cukup dengan merenung dan mengagumi semangat juang pahla...

Langkah-langkah Memahami Tabel

Gambar
Langkah-langkah Memahami Tabel-- Tabel adalah sajian data yang dibuat dalam kolom-kolom. Langkah yang kita lakukan untuk membaca tabel: membaca judul tabel membaca kolom-kolom yang ada di tabel melihat perbedaan yang mencolok pada data tersebut, baik yang tertinggi, terendah, atau rata-rata (hitunglah bila diperlukan) menarik kesimpulan dari data yang disampaikan dalam tabel.

Ciri-ciri Cerpen

Gambar
Ciri-ciri Cerpen--- Cerpen merupakan fiktif naratif, dengan kata lain cerpen termasuk ragam cerita imajinatif. Biasanya, cerpen itu jumlah halamannya berkisar 2-20 halaman yang memiliki beberapa kategori, di antaranya: - Kisahan memberi kesan tunggal dan dominan satu tokoh, latar dan situasi dramatik, bentuknya sangat sederhana. Semuanya bersifat imajinatif; - Mengungkapkan satu ide sentral dan tidak membias pada ide sampingan. Biasanya berisi hal-hal yang tidak rutin terjadi setiap hari, misalnya tentang suatu perkenalan, jatuh cinta, atau suatu hal yang sulit dilupakan; - Dimensi ruang waktu lebih sempit dibandingkan novel. Akan tetapi, walaupun singkat, cerpen selalu sampai dalam keadaan selesai; - Mengungkapkan suatu kejadian yang mampu menghadirkan impresi tunggal. Seperti prosa, cerpen juga terdiri atas unsur intrinsik dan ekstrinsik karya sastra. Unsur intrinsiknya meliputi: tema, plot/alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, pesan, dan gaya. Unsur ekstrinsik, misalnya:...

Cerpen "Hipnotis", Cerpen Berbagi Pengalaman tentang Hipnotis

Gambar
Cerpen "Hipnotis", Cerpen Berbagi Pengalaman tentang Hipnotis Oleh: Euis Sulastri Di balik jerjak jendela rumahnya, Kinasih menyaksikan jatuhnya titik-titik air hujan. Ia merasakan betapa sakitnya air itu tatkala membentur kerikil atau koral. Begitu banyak orang membiarkan titik-titik air hujan itu jatuh ke tempat tak layak. Bila bumi tertutup sampah atau beton, mereka akan menggenang memenuhi seluruh permukaan. Kalau sudah begini, air jugalah yang dipersalahkan. Titik-titik air itu adalah aku, yang kini jatuh lalu dicaci dan dicerca. Semua mempersalahkan aku, gumamnya dalam hati. Ingin sekali ia menggantikan batu-batu itu dengan spons agar air itu jatuh ke tempat empuk. Bahkan ia juga ingin menampung seluruh titik air yang jatuh ke tempat tak layak itu untuk ia bagikan saat musim kemarau panjang. Namun sungguh ia tak kuasa. Entah sudah berapa lama Kinasih berdiri di sana. Entah sudah berapa banyak titik air itu membentur batu. Namun kembali ia menyesal, ia tak sanggup men...

Contoh Resensi Fiksi

Gambar
Contoh Resensi Fiksi-- Resensi buku fiksi meliputi novel, kumpulan puisi, kumpulan cerpen, dan sebagainya. Bacalah resensi novel berikut ini! “Dari Lembah Ke Coolibah” Potret Perempuan Titis Basino Judul : Dari Lembah Ke Coolibah Penulis : Titis Basino PI Tebal : 150 halaman Cover : Ipe Ma’ruf Penerbit : Grasindo, Agustus 1997 Apakah artinya sebuah novel bagi seorang sastrawan? Tentu banyak persepsi dan argumentasi rasional mengenai hal ini. Pun sangat tergantung pula pada personal experience masing-masing penulis ataupun si sastrawan itu sendiri. Jika seseorang – katakanlah – Pramudya Ananta Toer menggelindingkan karya-karya roman Pulau Buru-nya dengan titik pijak ingin memaparkan ‘gambaran sejarah feodalisme’ bangsa ini (agar diketahui oleh orang banyak), tentulah sangat berbeda dengan Budi Darma yang bersikutat dengan persoalan psikis para tokoh novel-novelnya. Memang, banyak segi arti muatan novel bagi para pengarangnya. Tergantung hasrat dan pesan apa yang ingin mereka sampaikan ...